Sidrap,Wartakasus.com-Minggu pagi, 28 Juni 2026, udara di kawasan Lainungan masih terasa sejuk ketika puluhan pesepeda mulai berkumpul. Satu per satu mereka datang dengan sepeda yang sudah siap menghadap jalur panjang menuju Bujung Pitue.
Tak banyak seremoni.
Begitu semua peserta berkumpul, rombongan bergerak perlahan meninggalkan titik start. Kayuhan demi kayuhan menjadi awal perjalanan yang bukan sekadar mencari tujuan, tetapi juga menikmati setiap lekuk jalan yang telah menanti.
Komunitas UHUD Sidrap menggelar gowes bareng atau GOBAR yang kali ini mengambil rute pegunungan. Jalur tersebut dikenal memiliki karakter yang menantang, mulai dari tanjakan yang cukup terjal hingga turunan panjang yang menguji kemampuan mengendalikan sepeda.
Sebanyak 33 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan itu.
Mereka datang dari berbagai komunitas sepeda, di antaranya Sodeng Bike, PSCC, ABC, RBC, D7CC, STGC, Komunitas Ebike, serta tuan rumah, UHUD Sidrap.
Perbedaan komunitas tidak menjadi sekat.
Di atas jalur yang sama, semua bergerak dengan irama yang hampir serupa. Ada yang melaju lebih cepat, ada pula yang memilih mengatur napas saat tanjakan mulai terasa semakin berat.
Sesekali rombongan melambat.
Bukan karena menyerah, tetapi memberi ruang bagi peserta lain agar tetap bersama menikmati perjalanan.
Rute pegunungan menyuguhkan tantangan yang tidak ringan. Di beberapa titik, peserta harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menaklukkan tanjakan. Setelah itu, mereka kembali dihadapkan dengan turunan yang membutuhkan konsentrasi penuh agar laju sepeda tetap terkendali.
Meski menguras tenaga, jalur tersebut justru menghadirkan pengalaman yang sulit dilupakan.
Salah seorang peserta mengaku keindahan lintasan menjadi alasan mengapa rasa lelah seakan terbayar.
Hamparan pemandangan sepanjang perjalanan membuat setiap kayuhan terasa lebih menyenangkan.
Perjalanan pun tidak hanya menjadi ajang olahraga.
Bagi sebagian peserta, gowes seperti ini juga menjadi kesempatan bertemu kembali dengan sahabat dari komunitas lain. Canda ringan terdengar ketika rombongan berhenti sejenak untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kebersamaan itu tumbuh secara alami.
Tidak ada yang benar-benar berjalan sendiri. Ketika ada peserta yang mulai tertinggal di tanjakan, yang lain bersedia menunggu. Begitu pula saat melewati turunan, seluruh rombongan tetap saling mengingatkan agar menjaga keselamatan selama berada di jalur.
Suasana hangat seperti itulah yang memberi warna pada perjalanan menuju Bujung Pitue.
Bukan semata-mata tentang seberapa cepat mencapai garis akhir, melainkan bagaimana perjalanan itu dapat dinikmati bersama.
Ketua Komunitas UHUD Sidrap, Suharto, berharap kegiatan gowes bersama seperti ini dapat kembali dijadwalkan pada kesempatan berikutnya. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya menjadi wadah berolahraga, tetapi juga mempererat hubungan antarkomunitas sepeda yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Harapan itu disambut positif oleh para peserta yang tampak menikmati seluruh rangkaian perjalanan hingga selesai.
Saat roda-roda sepeda akhirnya berhenti berputar di titik akhir, wajah-wajah lelah masih menyisakan senyum. Jalur pegunungan telah memberi tantangan, tetapi juga menghadirkan cerita yang akan terus dikenang. Dari Lainungan hingga Bujung Pitue, setiap kayuhan menjadi pengingat bahwa perjalanan yang ditempuh bersama sering kali meninggalkan kesan yang lebih panjang daripada jarak yang berhasil dilalui.(hsn)



Komentar