Berita
Beranda » Berita » Bukan Lagi Sekadar Kota Beras, Sidrap Kini Dijuluki Lumbung Telur Nasional

Bukan Lagi Sekadar Kota Beras, Sidrap Kini Dijuluki Lumbung Telur Nasional

Sidrap, wartakasus.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini tidak lagi hanya dikenal sebagai kota beras di Sulawesi Selatan. Daerah ini juga semakin menegaskan diri sebagai salah satu lumbung telur nasional yang berperan penting dalam menjaga pasokan telur di berbagai wilayah Indonesia timur.

Setiap harinya, lebih dari 5 juta butir telur dihasilkan dari kandang-kandang ayam petelur modern yang tersebar di berbagai kecamatan di Sidrap. Produksi besar tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Sulawesi, bahkan menjangkau pasar yang lebih luas seperti Papua dan Maluku.
Tingginya produksi ini menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah penopang kebutuhan telur bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menjelaskan bahwa peningkatan populasi ayam petelur (Gallus gallus domesticus) merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadapi fenomena “eggflation”, yakni istilah ekonomi yang merujuk pada melonjaknya harga telur akibat terbatasnya pasokan di pasaran.

“Dengan populasi ayam yang terus bertambah, kita tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membantu menstabilkan harga telur di pasaran,” ujar Syaharuddin.

Saat ini, populasi ayam petelur di Sidrap diperkirakan telah mencapai sekitar 5 juta ekor. Pemerintah daerah pun menargetkan peningkatan populasi hingga 10 juta ekor dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan unggas.

Amankan Pelaku Pencurian, Kasat Reskrim: Pelaku Merupakan Residivis

Keberhasilan produksi telur dalam jumlah besar ini tidak terlepas dari penerapan sistem pemeliharaan modern berbasis ilmiah. Sistem tersebut mengatur suhu, kelembapan, serta sirkulasi udara di dalam kandang secara terkontrol. Dengan kondisi lingkungan yang stabil, produktivitas ayam petelur meningkat, sementara risiko penyakit dapat ditekan seminimal mungkin.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Kerja sama ini mencakup pendampingan teknis dan ekonomi bagi para peternak, mulai dari penyusunan harga acuan telur, penguatan sistem distribusi, hingga program sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan peternak lokal.
Melalui berbagai langkah tersebut, Sidrap kini tidak hanya dikenal sebagai produsen telur dalam jumlah besar.

Daerah ini juga mulai dilirik sebagai model pengembangan subsektor perunggasan yang mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sejumlah pemerintah daerah dari berbagai wilayah bahkan datang ke Sidrap untuk melakukan studi tiru terkait pengelolaan peternakan ayam petelur dan sistem distribusi hasil produksi.

Bagi masyarakat Sidrap, telur kini bukan sekadar komoditas pangan. Lebih dari itu, telur telah menjadi simbol ketahanan ekonomi, inovasi peternakan, dan daya saing daerah yang membanggakan di tingkat nasional. (Hsn)

Isak Tangis Pecah, Aipda Arwan Rahim: Bangga Dipimpin Kapolres Sidrap

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement