SIDRAP,Wartakasus.com- Kepemimpinan Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nur Kanaah yang dikenal dengan pasangan SAR–KANAAH, menuai apresiasi luas dari masyarakat. Di tahun pertama masa kepemimpinan mereka, survei menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai angka fantastis, yakni 87,7%. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa arah pembangunan Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, berada di jalur yang tepat. Jum’at,20/2/2026.
Sejak dilantik, pasangan SAR–KANAAH langsung tancap gas menjalankan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembenahan infrastruktur jalan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga penguatan sektor pertanian dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mempercepat perbaikan dan peningkatan kualitas jalan penghubung antar kecamatan dan desa. Langkah ini tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat distribusi hasil pertanian dan perdagangan lokal.
Sidrap yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan, mendapatkan perhatian khusus dari kepemimpinan SAR–KANAAH. Program penguatan pertanian berbasis teknologi, bantuan sarana produksi, hingga pendampingan petani menjadi prioritas utama. Hasilnya mulai terlihat produktivitas meningkat, distribusi pupuk lebih terkontrol, dan kesejahteraan petani perlahan membaik.
Tak hanya itu, sektor UMKM juga mendapat suntikan energi baru melalui pelatihan, akses permodalan, serta promosi produk lokal. Pemerintah daerah aktif mendorong pelaku usaha kecil agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar regional.
Di bidang tata kelola pemerintahan, pasangan SAR–KANAAH melakukan penataan birokrasi dengan menekankan profesionalisme dan pelayanan prima. Digitalisasi layanan publik mulai diterapkan secara bertahap untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi.
Transparansi anggaran dan keterbukaan informasi publik juga menjadi komitmen penting. Berbagai kanal pengaduan masyarakat dibuka agar aspirasi warga dapat ditampung dan ditindaklanjuti secara cepat.
“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk rakyat. Kepuasan masyarakat adalah cermin dari kerja nyata, bukan sekadar slogan,” ujar Bupati Syaharuddin Alrif dalam salah satu kesempatan.
Tingkat kepuasan 87,7 persen menjadi angka yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Angka ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah kebijakan dan program kerja yang dijalankan dalam setahun terakhir.
Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, petani, pelaku usaha, hingga kalangan akademisi, menyampaikan apresiasi atas perubahan yang dirasakan. Mereka menilai kepemimpinan SAR–KANAAH membawa semangat baru, dengan pendekatan yang lebih responsif dan pro-rakyat.
Meski demikian, dinamika politik tetap menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan. Ada segelintir kelompok yang masih melontarkan kritik tajam terhadap kinerja bupati dan wakil bupati. Namun, sejumlah pengamat menilai kritik tersebut lebih bernuansa politik dan dipengaruhi oleh sisa-sisa kontestasi pemilihan kepala daerah.
Beberapa pihak menyebut adanya “sakit hati politik” dari kelompok yang kalah dalam pertarungan sebelumnya, sehingga kritik yang muncul kerap tidak proporsional dan cenderung mencabir tanpa menyertakan data yang objektif.
Pemerintah daerah sendiri menyikapi kritik tersebut dengan sikap terbuka. Wakil Bupati Nur Kanaah menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus bekerja dan tidak ingin terjebak dalam polemik berkepanjangan.
“Kritik adalah bagian dari demokrasi. Namun kami memilih menjawabnya dengan kerja nyata dan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Memasuki tahun kedua kepemimpinan, pasangan SAR–KANAAH menargetkan percepatan pembangunan yang lebih merata hingga ke pelosok desa. Program pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan investasi daerah menjadi agenda strategis berikutnya.
Dengan modal tingkat kepuasan publik yang tinggi dan dukungan luas masyarakat, kepemimpinan Syaharuddin Alrif dan Nur Kanaah dinilai memiliki fondasi kuat untuk melanjutkan transformasi Kabupaten Sidrap menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Keberhasilan tahun pertama ini bukan hanya soal angka 87,7%, melainkan tentang kepercayaan yang tumbuh dan harapan yang semakin besar dari masyarakat. Di tengah dinamika politik yang masih menyisakan riak kecil, mayoritas warga Sidrap telah memberikan penilaian SAR–KANAAH berhasil membawa perubahan nyata.(*)



Komentar